AKTIVITASKU HARI INI
1. Saya mencari donator untuk acara buka bersama dan santunan Anak yantim n piatu yang berada di daerah tangerang. Acara ini diadakan oleh mahasiswa UMT yaitu dari organisasi IMM dan BEM FIKES. Mulai dari Rektorat, para dosen, staf, mahasiswa dan OB. yang ikut berpartisipasi untuk menyumbangkan sebagian hartanya. Besar kecil tergantung niat dan keiklasan seseorang. Semoga berapa yng sudah disumbangkan bermanfaat dan bias dibalas/ diberikan yang berlipat ganda oleh Allah SWT
2. Membimbing calon Mahasiswa baru cukup lelah, cape tapi semua itu tidak membuat saya pantang menyerah. Karna saya yakin dibalik semua ini ada manfaat dan hikmah yang bias saya petik. mulai dari belajar bersabar, bertanggung jawab, bias bersosialisasi dengan orang lain, menambah teman, mempererat silaturahmi, belajar mengendalikan emosi, bias mengetahui karakter orang2 yang berbeda2, belajar lebih mandiri dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain. Dan masih banyak lainnya. Visi dan Misi ku menjadi orang baik dan bijak n bias bertanggung jawab dengan apa yang saya lakukan. Begitupun seorang pemimpin? Bisakah Seorang pemimpin perempuan? Knapa tidak asalkan dia punya dedikasi yang tinggi, terutama niat dan keinginan.
Adapun kiat-kiat menjadi pemimpin yang bijak antara lain:
Tidak Emosional
Hal ini berarti orang yang temperamental, mudah marah, meledak-ledak, gampang tersinggung, sulit menjadi pemimpin bijak, jadi orang yang bijak adalah orang yang terampil mengendalikan diri. Berhati-hatilah jika kita termasuk orang yang mudah marah maka jika bertindak biasanya cenderung tergesa-gesa. Orang-orang yang emosional tersinggung sedikit oleh bawahannya akan sibuk membela diri dan membalas menyerang, ini tidak bijaksana karena yang dicari adalah kemenangan pribadi bukan kebenaran itu sendiri.
Tidak Egois
Orang yang egois jelas tidak akan dapat menjadi pemimpin bijak, karena bijak itu pada dasarnya ingin kemaslahatan bersama, orang yang egois biasanya hanya menginginkan kebaikan untuk dirinya sendiri. Orang yang bijak adalah orang yang mau berkorban untuk orang lain bukan mengorbankan orang lain untuk kepentingan dirinya sendiri.
Suka, Cinta dan Rindu pada Nasihat
Akan sangat bodoh jika kita masuk hutan tanpa bertanya kepada orang yang tahu mengenai hutan. Jika kita di beri nasihat seharusnya kita berterima kasih. Jika kita tersinggung karena di sebut bodoh maka seharusnya kita tersinggung jika disebut pintar karena itu tidak benar. Jika kita alergi terhadap kritik, saran, nasehat atau koreksi maka kita tidak akan bisa menjadi pemimpin yang bijak. Jika seorang pemimpin alergi terhadap saran atau nasehat, bahkan memusuhi orang atau bawahannya yang mengkritik, maka dia tidak akan pernah bisa menjadi pemimpin yang baik dan bijak.
Memiliki Kasih Sayang Terhadap Sesama
Rasa sayang yang ada diharapkan tetap berpijak pada rambu-rambu yang ada seperti ketegasan. Diriwayatkan bahwa orang yang dinasehati oleh Rasulullah secara bijak berbalik menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Orang-orang yang bijak akan sayang terhadap sesama. Berbeda dengan orang-orang yang hidup penuh dengan kebencian, dimana kepuasan batinnya adalah menghancurkan orang lain. Pemimpin sebaiknya memiliki kasih sayang yang berlimpah tidak hanya pada waktu di tempat tugas saja. Tetapi kasih sayangnya juga tidak hanya untuk satu pihak atau kelompok melainkan merata untuk semua golongan.
Selalu Berupaya Membangun
Orang yang bijak tidak hanyut oleh masa lalu yang membuat lumpuh tetapi selalu menatap ke depan untuk memperbaiki segalanya. Pemimpin yang bijak akan membangkitkan semangat bawahannya yang lemah, menerangi sesuatu yang gelap. Jika melihat orang yang berdosa, maka ia akan bersemangat untuk mengajak orang tersebut untuk bertaubat. Pemimpin yang bijak ingin membuat orang maju dan sangat tidak menyukai kehancuran dan kelumpuhan kecuali bagi kebatilan. Semangat pemimpin yang bijak adalah semangat untuk maju tidak hanya untuk dirinya tetapi juga bagi bawahannya dan orang lain disekitarnya. Jadi yang dibutuhkan seorang pemimpin bijak adalah pribadi yang tidak emosional, tidak egois, penuh kasih sayang, cinta akan nasihat dan memiliki semangat terus menerus untuk membangun dirinya, bawahannya atau yang dipimpinnya, ummat serta bangsa ini, dia tidak akan peduli walaupun dibalik kebangkitan yang ada dia mungkin akan tenggelam. Pemimpin yang bijak tidak peduli akan popularitas dan tidak peduli dengan adanya pujian manusia karena kuncinya adalah ketulusan hati, adalah tidak akan bisa bijak jika kita selalu mengharapkan sesuatu dari apa yang kita lakukan. Kita hanya akan menikmati sikap bijak jika kita bisa memberikan sesuatu dari rizki kita, bukannya mengharapkan sesuatu dari yang kita kerjakan.
3. Diperjalanan menuju rumah saya melihat seorang kakek, dia adalah seorang pemulung, saya liat dari kejauhan dia sedang meratapi nasibnya sebagai pemulung, saat itu adzan berkumandang menunjukan saatnya berbuka puasa, ingin rasanya saya hampirin dan memberikan sesuap makanan untuknya. Tapi apa dayaku, tak bias…, sayapun terlarut dalam kesedihan, bagaimana apabila saya berada pada posisi dia saat itu. Sakarang saya sadar akan nikmat yang telah diberikan terhadap saya, dan mensyukuri dengan apa yang Allah kasih kepadaku.
Dengan mensyukuri nikmat Allah SWT manusia akan mendapat berkah dan karunia yang lebih banyak lagi dariNYA, sebagaimana QS Ad-Dhuha ayat 11 : "Dan terhadap Nikmat Tuhanmua, maka hendaklah kamu menyebutNYA (dengan bersyukur)".Demikian pula QS. Ar-Rahman berkali-kali menyebutkan : "maka Nikmat Rabb yang manalagi yang kamu dustakan". Bila masih ada Pertanyaan tentang adanya keraguan kita untuk tidak mensyukuri nikmat Allah, baiknya anda berhenti sejenak dari kesibukan dunia untuk menyadari segeralah bersyukur. Semoga Allah senantiasa meridhoi langkah hidup kita semua.
1. Saya mencari donator untuk acara buka bersama dan santunan Anak yantim n piatu yang berada di daerah tangerang. Acara ini diadakan oleh mahasiswa UMT yaitu dari organisasi IMM dan BEM FIKES. Mulai dari Rektorat, para dosen, staf, mahasiswa dan OB. yang ikut berpartisipasi untuk menyumbangkan sebagian hartanya. Besar kecil tergantung niat dan keiklasan seseorang. Semoga berapa yng sudah disumbangkan bermanfaat dan bias dibalas/ diberikan yang berlipat ganda oleh Allah SWT
2. Membimbing calon Mahasiswa baru cukup lelah, cape tapi semua itu tidak membuat saya pantang menyerah. Karna saya yakin dibalik semua ini ada manfaat dan hikmah yang bias saya petik. mulai dari belajar bersabar, bertanggung jawab, bias bersosialisasi dengan orang lain, menambah teman, mempererat silaturahmi, belajar mengendalikan emosi, bias mengetahui karakter orang2 yang berbeda2, belajar lebih mandiri dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain. Dan masih banyak lainnya. Visi dan Misi ku menjadi orang baik dan bijak n bias bertanggung jawab dengan apa yang saya lakukan. Begitupun seorang pemimpin? Bisakah Seorang pemimpin perempuan? Knapa tidak asalkan dia punya dedikasi yang tinggi, terutama niat dan keinginan.
Adapun kiat-kiat menjadi pemimpin yang bijak antara lain:
Tidak Emosional
Hal ini berarti orang yang temperamental, mudah marah, meledak-ledak, gampang tersinggung, sulit menjadi pemimpin bijak, jadi orang yang bijak adalah orang yang terampil mengendalikan diri. Berhati-hatilah jika kita termasuk orang yang mudah marah maka jika bertindak biasanya cenderung tergesa-gesa. Orang-orang yang emosional tersinggung sedikit oleh bawahannya akan sibuk membela diri dan membalas menyerang, ini tidak bijaksana karena yang dicari adalah kemenangan pribadi bukan kebenaran itu sendiri.
Tidak Egois
Orang yang egois jelas tidak akan dapat menjadi pemimpin bijak, karena bijak itu pada dasarnya ingin kemaslahatan bersama, orang yang egois biasanya hanya menginginkan kebaikan untuk dirinya sendiri. Orang yang bijak adalah orang yang mau berkorban untuk orang lain bukan mengorbankan orang lain untuk kepentingan dirinya sendiri.
Suka, Cinta dan Rindu pada Nasihat
Akan sangat bodoh jika kita masuk hutan tanpa bertanya kepada orang yang tahu mengenai hutan. Jika kita di beri nasihat seharusnya kita berterima kasih. Jika kita tersinggung karena di sebut bodoh maka seharusnya kita tersinggung jika disebut pintar karena itu tidak benar. Jika kita alergi terhadap kritik, saran, nasehat atau koreksi maka kita tidak akan bisa menjadi pemimpin yang bijak. Jika seorang pemimpin alergi terhadap saran atau nasehat, bahkan memusuhi orang atau bawahannya yang mengkritik, maka dia tidak akan pernah bisa menjadi pemimpin yang baik dan bijak.
Memiliki Kasih Sayang Terhadap Sesama
Rasa sayang yang ada diharapkan tetap berpijak pada rambu-rambu yang ada seperti ketegasan. Diriwayatkan bahwa orang yang dinasehati oleh Rasulullah secara bijak berbalik menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Orang-orang yang bijak akan sayang terhadap sesama. Berbeda dengan orang-orang yang hidup penuh dengan kebencian, dimana kepuasan batinnya adalah menghancurkan orang lain. Pemimpin sebaiknya memiliki kasih sayang yang berlimpah tidak hanya pada waktu di tempat tugas saja. Tetapi kasih sayangnya juga tidak hanya untuk satu pihak atau kelompok melainkan merata untuk semua golongan.
Selalu Berupaya Membangun
Orang yang bijak tidak hanyut oleh masa lalu yang membuat lumpuh tetapi selalu menatap ke depan untuk memperbaiki segalanya. Pemimpin yang bijak akan membangkitkan semangat bawahannya yang lemah, menerangi sesuatu yang gelap. Jika melihat orang yang berdosa, maka ia akan bersemangat untuk mengajak orang tersebut untuk bertaubat. Pemimpin yang bijak ingin membuat orang maju dan sangat tidak menyukai kehancuran dan kelumpuhan kecuali bagi kebatilan. Semangat pemimpin yang bijak adalah semangat untuk maju tidak hanya untuk dirinya tetapi juga bagi bawahannya dan orang lain disekitarnya. Jadi yang dibutuhkan seorang pemimpin bijak adalah pribadi yang tidak emosional, tidak egois, penuh kasih sayang, cinta akan nasihat dan memiliki semangat terus menerus untuk membangun dirinya, bawahannya atau yang dipimpinnya, ummat serta bangsa ini, dia tidak akan peduli walaupun dibalik kebangkitan yang ada dia mungkin akan tenggelam. Pemimpin yang bijak tidak peduli akan popularitas dan tidak peduli dengan adanya pujian manusia karena kuncinya adalah ketulusan hati, adalah tidak akan bisa bijak jika kita selalu mengharapkan sesuatu dari apa yang kita lakukan. Kita hanya akan menikmati sikap bijak jika kita bisa memberikan sesuatu dari rizki kita, bukannya mengharapkan sesuatu dari yang kita kerjakan.
3. Diperjalanan menuju rumah saya melihat seorang kakek, dia adalah seorang pemulung, saya liat dari kejauhan dia sedang meratapi nasibnya sebagai pemulung, saat itu adzan berkumandang menunjukan saatnya berbuka puasa, ingin rasanya saya hampirin dan memberikan sesuap makanan untuknya. Tapi apa dayaku, tak bias…, sayapun terlarut dalam kesedihan, bagaimana apabila saya berada pada posisi dia saat itu. Sakarang saya sadar akan nikmat yang telah diberikan terhadap saya, dan mensyukuri dengan apa yang Allah kasih kepadaku.
Dengan mensyukuri nikmat Allah SWT manusia akan mendapat berkah dan karunia yang lebih banyak lagi dariNYA, sebagaimana QS Ad-Dhuha ayat 11 : "Dan terhadap Nikmat Tuhanmua, maka hendaklah kamu menyebutNYA (dengan bersyukur)".Demikian pula QS. Ar-Rahman berkali-kali menyebutkan : "maka Nikmat Rabb yang manalagi yang kamu dustakan". Bila masih ada Pertanyaan tentang adanya keraguan kita untuk tidak mensyukuri nikmat Allah, baiknya anda berhenti sejenak dari kesibukan dunia untuk menyadari segeralah bersyukur. Semoga Allah senantiasa meridhoi langkah hidup kita semua.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar